Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu, 16 Agustus 2009 (VCD Pdt. DR. Stephen Tong)

Tema : Bersumpah, Berdoa, Memuji
Nats : Yak 5:12-16

KEJATUHAN MANUSIA
Menurut teologi Reformed, kejatuhan manusia dalam dosa bukan hanya karena berbuat dosa kemudian menjadi orang yang harus dihukum oleh Tuhan, tapi dosa itu sudah melanda dalam setiap segi dari hidup manusia secara keutuhan, sehingga sifat kemanusiaan tidak tertinggal, tidak ada satupun sisi yang tidak ternodai oleh akibat kejatuhan itu.

Teologi Katolik mengatakan bahwa setelah kejatuhan dalam dosa banyak hal yang dinodai, tapi rasio manusia tetap mempunyai kemampuan dalam memikirkan kebenaran, bahkan dalam membuktikan keberadaan Allah. Hal ini berbeda dengan teologi Reformed yang mengatakan bahwa rasio manusia juga mengalami kejatuhan, rasio juga cacad sehingga tidak mampu mengenal Tuhan dengan sesungguhnya. Kita mengenal Tuhan itu ada, tetapi tidak mengenal Tuhan yang seperti apa. Kita tahu rencana Tuhan itu ada tetapi tidak mengetahui rencana Tuhan bagi kita. Itu sebabnya banyak dokter yang pintar tetapi tidak menjadi berkat bagi orang lain karena hanya mementingkan diri sendiri, karena ilmunya menjadi suatu alat untuk memperkaya diri dan hanya untuk merusak ekonomi orang lain.

Alkitab terus-menerus memberikan peringatan kepada kita tentang kemerosotan konsep nilai (“the fall of the axiology concept”) yaitu kemerosotan penilaian dalam pikiran manusia tentang sesuatu benda. Itu yang menjadi suatu pendorong yang paling penting di dalam mengarahkan segala usaha kegiatan kita di dalam hidup ini. Banyak orang mencari-cari, menuntut, mengejar yang mereka anggap bernilai. Mengapa jika ada orang meminta engkau besuk, engkau tidak ada waktu; tetapi bila ada kesempatan untuk mendapat 300 juta, engkau langsung ada waktu? Sebenarnya bukan waktu itu ada atau tidak ada secara objektif, tetapi waktu itu diatur secara subjektif. Semua itu karena konsep nilai mempengaruhi pilihan Anda di dalam menggunakan waktu. Tetapi konsep nilai yang telah merosot membuat kita menggunakan waktu semau kita sendiri, subjektivitas tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu sebabnya konsep nilai dikoreksi oleh Tuhan Yesus dengan satu kalimat “yang dihargai oleh manusia adalah yang dibenci oleh Allah”.

BUKAN UNTUNG ATAU RUGI TETAPI BENAR ATAU SALAH
"Tetapi yang terutama Saudara-saudara janganlah kamu bersumpah demi surga maupun demi bumi ataupun demi segala sesuatu yang lain. Jika iya katakanlah iya, jika tidak katakanlah tidak, karena jikalau tidak demikian kamu akan kena hukum."

Ayat ini bukan membicarakan untung atau rugi tetapi benar atau tidak benar.
Total Depravity (kejatuhan total) sudah melanda semua manusia termasuk konsep cara berpikir manusia yang menekankan untung atau rugi. Kadang-kadang kita demi keuntungan mengorbankan kebenaran, menjual diri, kepercayaan, kesungguhan, kesejatian dan segala sesuatu yang benar. Dunia ini adalah dunia yang banyak bicara dan berjuang untuk untung dan rugi tetapi tidak lagi mementingkan benar atau tidak, karena konsep nilai mereka sudah dinodai oleh dosa.

JANGAN BERSUMPAH
Sumpah berarti memakai suatu upacara atau cara agar orang lain percaya pada diri kita, untuk membuktikan apa yang kita katakan itu benar, karena orang lain tidak ada kesempatan untuk membuktikan cara hidup kita. Tuhan Yesus mengatakan “Janganlah engkau bersumpah”. Banyak orang bersumpah hanya untuk memperalat Tuhan, karena orang lain akan lebih percaya bila bersumpah dengan nama Tuhan daripada setan.
Bila konsep nilai dibenarkan, sikap hidup dibenarkan, motivasi kebenaran dibenarkan, hidup untuk Tuhan, manusia tidak memerlukan sumpah. Oleh karena itu orang Kristen harus memelihara iman yang telah Tuhan berikan sepanjang waktu hidupnya.

BERDOA
“Kalau ada seorang diantara kamu yang menderita, baiklah dia berdoa.”
Bila ada kesusahan kita kadang-kadang kecewa bila menceritakannya kepada orang lain, karena bisa dihina, diejek, bahkan kadang-kadang kita merasa diserang. Oleh karena itu baiklah kita ceritakan kesusahan kita kepada Tuhan dalam doa. Tuhan adalah satu-satunya yang mau mendengar dan mengerti segala sesuatu.
Dalam Filipi 4, hidup berdoa dibagi menjadi 3 macam, yaitu : Doa (Talk to God), Minta (Plea to God), Syukur (Thanking God). Berdoa berarti berkata-kata kepada Tuhan. Ini berarti berbeda dengan meminta, di mana ada suatu tuntutan yang kita minta Tuhan penuhi. Sedangkan bersyukur berarti mengembalikan rasa terima kasih kita atas begitu banyak anugerah yang Tuhan limpahkan buat kita.
Paulus mengatakan “Thank God for His unspoken grace, unspeakable grace
Pengkotbah pernah mengatakan bahwa, “Jika engkau tidak menghitung anugerah, engkau kira tidak ada anugerah. Tetapi bila engkau hitung, maka engkau makin sadar terlalu banyak anugerah.” Bukan berarti kita tidak boleh meminta, Tuhan membuka gerbang anugerah kepada setiap orang untuk meminta, tetapi kita harus tahu berdoa dan bersyukur.

“Kalau ada orang yang bergembira baiklah dia menyanyi.”
Orang Kristen adalah satu-satunya kelompok masyarakat yang paling suka bernyanyi karena orang Kristen mempunyai jiwa musik di dalamnya untuk memuji Tuhan. Banyak komponis membuat lagu yang begitu agung dan telah dinyanyikan selama ratusan tahun tetapi tidak pernah membosankan, seperti lagu “Doxologi” sudah ada lebih dari 600 tahun. Bahkan menurut Guiness Book of the Record lagu pujian orang Kristen itu lebih dari 500,000 lagu.
Musik adalah simbol sukacita. Musik itu sama seperti kotbah yang harus mengangkat, harus konstruktif, baru berguna. Musik yang indah itu bukan cuma harus mengangkat jiwa manusia kepada Tuhan, tetapi harus membuat manusia itu mempunyai pengharapan kepada Tuhan, mempunyai minyak surgawi yang membuat lubrikasi di dalam hidup kita.

“Jika diantara kamu ada yang sakit baiklah dia memanggil para penatua jemaat.”
Jemaat perlu ada penatua yang datang kepadanya, mendoakan dia, dan mengulaskan minyak urapan kepadanya supaya sakitnya disembuhkan. Kata “para penatua” berbentuk jamak artinya banyak majelis / penatua yang berpengalaman mendoakan dia.
Memakai minyak ulasan berarti melambangkan kita memakai kuasa Roh Kudus untuk mendoakan dia, karena Roh Kudus yang membantu kita berdoa. Roh Kudus adalah pengantara, mendampingi kita, menghibur sekaligus menyampaikan doa kita secara tepat diterima oleh Tuhan. Oleh karena itu berdoa “melalui Roh Kudus” dan “dalam nama Yesus Kristus” (ayat 14).

“Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5 : 15~16)
Disini ada 3 hal yang harus diperhatikan :
1. Kenapa orang itu sakit?
Ada orang yang sudah mempersalahkan orang lain dengan tidak beralasan, dan masih mengharapkan orang itu bertobat, maka orang yang seperti ini kadang-kadang Tuhan izinkan untuk sakit. Penyakit seperti ini perlu pelepasan, pengampunan, dan perlu saling mengaku dosa.
2. Kenapa perlu saling mengaku dosa?
Karena dia sudah bersalah juga kepada orang lain.
3. Kenapa harus disaksikan oleh banyak penatua?
Ada penyakit yang berhubungan dengan berbuat dosa, dan ada dosa yang berhubungan dengan mencerai-beraikan domba Allah, sehingga para penatua perlu datang untuk membantu membereskan masalah dosa orang ini.

Penyakit bukan hal yang gampang kelihatannya. Ada penyakit dari dosa sendiri, ada penyakit dari dosa orang lain. Dan dosa ada secara umum, dosa kepada orang lain, ada dosa di dalam jemaat. Oleh sebab itu kita berdoa supaya Tuhan sembuhkan penyakit sekaligus minta pengampunan, dan kita perlu saling mengaku dosa.

Mendoakan orang sakit itu perlu, dalam kuasa Roh Kudus, dalam nama Yesus Kristus, tidak dilarang memakai minyak yang kelihatan, tetapi ayat ini bukan sekedar mendoakan orang sakit saja melainkan juga mengandung tentang pengampunan dosa, saling mengaku dosa, sehingga terjadi perdamaian dalam satu harmonisasi gereja, yang akhirnya kembali memuliakan Tuhan.

“Dan orang yang mempunyai iman dan kebenaran, doanya akan berhasil”
Benar katakan benar, tidak katakan tidak, sehingga kamu adalah saksi kebenaran. Dan orang benar doanya diterima oleh Tuhan.
Kiranya Tuhan memberikan kekuatan bagi kita untuk hidup benar, hidup menjaga dan menjadi saksi kebenaran dan hidup yang mendamaikan orang, hidup di dalam gereja. Sehingga penyakit tidak melanda kita, karena dalam “Korintus” Paulus berkata, “Engkau yang menerima perjamuan suci harus menyelidiki diri, harus hidup suci sebelum datang kepada meja Tuhan, karena diantara kamu banyak orang yang jatuh sakit, karena bersalah pada manusia dan Tuhan.” (Rc)



 
Share