Ringkasan Khotbah Minggu, 26 April 2009 (Pdt. Nico Ong)
Tema : The Leadership of the Church
Nats : Kisah Para Rasul 2:41~47
Isi Kisah Para Rasul 2:41~47 menyangkut tentang semangat gereja mula-mula dalam pendirian / perintisan gereja, dan gereja yang melayani, di mana pemimpin-pemimpin gereja yang melayani setiap jemaatnya, dan sekarang membahas tentang the leadership of the church.
Dalam gereja Perjanjian Baru pemimpin gereja ditujukan kepada peranan penatua sebagai pengawas di bawah bimbingan Roh Kudus tetapi bukan berarti merekalah yang mengerjakan semuanya.
Tugas dari para pemimpin gereja yaitu sebagai pengawas jemaat sehingga dalam Perjanjian Baru peranan penatua ini memegang 2 jabatan yang penting sekali yaitu :
1. Dalam kehidupan berdoa
2. Dalam pengajaran Firman Tuhan
Di dalam 2 hal di atas menyangkut 3 fungsi pekerjaan yang sangat krusial:
a. Decision making
Dalam pengambilan setiap keputusan, para penatua harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab kepada Tuhan bukan kepada persekutuan jemaat atau dewan yang mengangkatnya.
Para penatua yang patut dihargai adalah penatua yang berbicara di atas mimbar dan mengajar tetapi mungkin saja Tuhan juga memanggil penatua-penatua yang tidak memiliki kemampuan untuk mengajar di depan umum. Dan yang paling penting bukan berarti orang atau penatua yang bisa berbicara di depan umum harus dihargai 2 kali lipat melainkan Tuhan memanggil para penatua dengan keunikannya masing-masing.
Peranan penatua yang paling penting adalah memberikan keramah-tamahan (given hospitality) dengan konsep kebenaran. Jadi setiap penatua harus bisa mengambil keputusan berdasarkan talenta atau kehendak yang Tuhan berikan.
b. Defending truth against error (mempertahankan kebenaran melawan segala kebidatan) (Titus 1:9~11)
Para pemimpin gereja harus berani mengatakan segala sesuatu yang benar bukan hanya segala sesuatu yang baik.
Sebagai seorang pemimpin kita tidak boleh memiliki iman yang hanya karena kondisi tertentu.
c. Pendisiplinan melawan segala sesuatu yang keliru
Di dalam bagian ini kita menyadari bukan hanya defend melainkan kita juga harus berani untuk mendisiplinkan segala sesuatu yang keliru.
Rasul Paulus di dalam tulisan-tulisan pastoralnya juga mengingatkan kita sebagai orang Kristen harus berjuang/berperang melawan kuasa kegelapan, keinginan daging (peperangan rohani).
Musuh yang terbesar tidak terdapat di luar gereja melainkan di dalam gereja. Peperangan rohani yang terbesar adalah antara ALLAH dengan setan, dimana setan tidak akan tinggal diam, tetapi selalu menyerang jemaat TUHAN (Wahyu 12:7). Paulus kembali mengingatkan Timotius dan kita semua sebagai orang percaya agar kita mengetahui/menyadari siasat si jahat menyerang gereja Tuhan.
Bagaimana kita mendisiplinkan orang-orang yang sudah salah,kita juga harus melihat akan taktik daripada kuasa kegelapan :
1. Setan menyerang gereja Tuhan melalui orang-orang yang tidak percaya.
Orang-orang yang tidak percaya ini telah dibutakan oleh ilah-ilah jaman ini sehingga matanya tidak melihat cahaya kemuliaan Kristus. Selain itu setan juga bisa memakai segala hawa nafsu, guru-guru palsu, kesombongan, kejahatan,agama palsu,keserakahan untuk membutakan mata rohani seseorang sehingga mereka tidak lagi percaya akan kuasa Injil.
2. Setan menyerang gereja Tuhan dengan menghancurkan orang-orang Kristen.
orang-orang Kristen dibuat oleh setan merasa hidup tidak ada gunanya, setan menghancurkan komitmen/kesaksian hidup kita. Sepertinya halnya waktu Tuhan Yesus mengatakan kepada Petrus tentang “iblis yang menuntut akan menampi Petrus” (Lukas22:31). Jika Petrus jatuh maka Tuhan tidak akan memakainya,tetapi Petrus mengingat akan pesan Tuhan yaitu “sadarlah dan berjaga-jagalah, lawanmu si iblis seperti singa yang mengaum-ngaum untuk mencari mangsa yang dapat di telannya.”
Kita harus mengikuti teladan rasul Petrus mau mengakui kesalahannya di hadapan salib Kristus dan dia mendapatkan pengampunan dan pengharapan, sedangkan Yudas malu mengakui di hadapan Tuhan sehingga tidak mendapat pengharapan. Kita sering kali malu mengakui segala sesuatu di hadapan Tuhan sehingga sering kali kita bertindak seperti Yudas yang menuju kepada kebinasaan.
3. Setan menyerang kepada pernikahan dan kehidupan rumah tangga.
Paulus pernah berpesan kepada suami istri agar tidak saling berpisah atau saling menjauhi.kecuali dengan alasan untuk berdoa.
Kenapa Paulus menjelaskan hal ini:karena kuasa kegelapan sering menghancurkan pernikahan dan rumah tangga sehingga membuat pelayanan dan kehidupan gereja semakin tidak jelas.
4. Setan menyerang melalui para pemimpin gereja/pemimpin agama.
Lima konsep teologia Paulus tentang berdoa:
* bertekun dalam doa
* berwaspadalah
* pengucapan syukur
* berdoa untuk pemberitaan Firman Tuhan
* berdoa untuk pemberita injil
5. Setan menyerang melalui guru-guru palsu / ajaran sesat / liberalisme / humanisme / sekularisme / relativisme / pluralisme.
Paulus mengatakan setan akan menyamar sebagai pelayan kebenaran (2 Korintus 11:14~15)
Bagaimana gereja menghadapi hal ini?
* Dengan bersandar di dalam Kristus, taat pada pimpinan Kristus (2 Korintus 10:4~5).
* Bertekun di dalam doa dan menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:10~18).
* Kita tidak perlu takut karena Tuhanlah yang memegang hari esok.
(Ringkasan ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah)
Nats : Kisah Para Rasul 2:41~47
Isi Kisah Para Rasul 2:41~47 menyangkut tentang semangat gereja mula-mula dalam pendirian / perintisan gereja, dan gereja yang melayani, di mana pemimpin-pemimpin gereja yang melayani setiap jemaatnya, dan sekarang membahas tentang the leadership of the church.
Dalam gereja Perjanjian Baru pemimpin gereja ditujukan kepada peranan penatua sebagai pengawas di bawah bimbingan Roh Kudus tetapi bukan berarti merekalah yang mengerjakan semuanya.
Tugas dari para pemimpin gereja yaitu sebagai pengawas jemaat sehingga dalam Perjanjian Baru peranan penatua ini memegang 2 jabatan yang penting sekali yaitu :
1. Dalam kehidupan berdoa
2. Dalam pengajaran Firman Tuhan
Di dalam 2 hal di atas menyangkut 3 fungsi pekerjaan yang sangat krusial:
a. Decision making
Dalam pengambilan setiap keputusan, para penatua harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab kepada Tuhan bukan kepada persekutuan jemaat atau dewan yang mengangkatnya.
Para penatua yang patut dihargai adalah penatua yang berbicara di atas mimbar dan mengajar tetapi mungkin saja Tuhan juga memanggil penatua-penatua yang tidak memiliki kemampuan untuk mengajar di depan umum. Dan yang paling penting bukan berarti orang atau penatua yang bisa berbicara di depan umum harus dihargai 2 kali lipat melainkan Tuhan memanggil para penatua dengan keunikannya masing-masing.
Peranan penatua yang paling penting adalah memberikan keramah-tamahan (given hospitality) dengan konsep kebenaran. Jadi setiap penatua harus bisa mengambil keputusan berdasarkan talenta atau kehendak yang Tuhan berikan.
b. Defending truth against error (mempertahankan kebenaran melawan segala kebidatan) (Titus 1:9~11)
Para pemimpin gereja harus berani mengatakan segala sesuatu yang benar bukan hanya segala sesuatu yang baik.
Sebagai seorang pemimpin kita tidak boleh memiliki iman yang hanya karena kondisi tertentu.
c. Pendisiplinan melawan segala sesuatu yang keliru
Di dalam bagian ini kita menyadari bukan hanya defend melainkan kita juga harus berani untuk mendisiplinkan segala sesuatu yang keliru.
Rasul Paulus di dalam tulisan-tulisan pastoralnya juga mengingatkan kita sebagai orang Kristen harus berjuang/berperang melawan kuasa kegelapan, keinginan daging (peperangan rohani).
Musuh yang terbesar tidak terdapat di luar gereja melainkan di dalam gereja. Peperangan rohani yang terbesar adalah antara ALLAH dengan setan, dimana setan tidak akan tinggal diam, tetapi selalu menyerang jemaat TUHAN (Wahyu 12:7). Paulus kembali mengingatkan Timotius dan kita semua sebagai orang percaya agar kita mengetahui/menyadari siasat si jahat menyerang gereja Tuhan.
Bagaimana kita mendisiplinkan orang-orang yang sudah salah,kita juga harus melihat akan taktik daripada kuasa kegelapan :
1. Setan menyerang gereja Tuhan melalui orang-orang yang tidak percaya.
Orang-orang yang tidak percaya ini telah dibutakan oleh ilah-ilah jaman ini sehingga matanya tidak melihat cahaya kemuliaan Kristus. Selain itu setan juga bisa memakai segala hawa nafsu, guru-guru palsu, kesombongan, kejahatan,agama palsu,keserakahan untuk membutakan mata rohani seseorang sehingga mereka tidak lagi percaya akan kuasa Injil.
2. Setan menyerang gereja Tuhan dengan menghancurkan orang-orang Kristen.
orang-orang Kristen dibuat oleh setan merasa hidup tidak ada gunanya, setan menghancurkan komitmen/kesaksian hidup kita. Sepertinya halnya waktu Tuhan Yesus mengatakan kepada Petrus tentang “iblis yang menuntut akan menampi Petrus” (Lukas22:31). Jika Petrus jatuh maka Tuhan tidak akan memakainya,tetapi Petrus mengingat akan pesan Tuhan yaitu “sadarlah dan berjaga-jagalah, lawanmu si iblis seperti singa yang mengaum-ngaum untuk mencari mangsa yang dapat di telannya.”
Kita harus mengikuti teladan rasul Petrus mau mengakui kesalahannya di hadapan salib Kristus dan dia mendapatkan pengampunan dan pengharapan, sedangkan Yudas malu mengakui di hadapan Tuhan sehingga tidak mendapat pengharapan. Kita sering kali malu mengakui segala sesuatu di hadapan Tuhan sehingga sering kali kita bertindak seperti Yudas yang menuju kepada kebinasaan.
3. Setan menyerang kepada pernikahan dan kehidupan rumah tangga.
Paulus pernah berpesan kepada suami istri agar tidak saling berpisah atau saling menjauhi.kecuali dengan alasan untuk berdoa.
Kenapa Paulus menjelaskan hal ini:karena kuasa kegelapan sering menghancurkan pernikahan dan rumah tangga sehingga membuat pelayanan dan kehidupan gereja semakin tidak jelas.
4. Setan menyerang melalui para pemimpin gereja/pemimpin agama.
Lima konsep teologia Paulus tentang berdoa:
* bertekun dalam doa
* berwaspadalah
* pengucapan syukur
* berdoa untuk pemberitaan Firman Tuhan
* berdoa untuk pemberita injil
5. Setan menyerang melalui guru-guru palsu / ajaran sesat / liberalisme / humanisme / sekularisme / relativisme / pluralisme.
Paulus mengatakan setan akan menyamar sebagai pelayan kebenaran (2 Korintus 11:14~15)
Bagaimana gereja menghadapi hal ini?
* Dengan bersandar di dalam Kristus, taat pada pimpinan Kristus (2 Korintus 10:4~5).
* Bertekun di dalam doa dan menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:10~18).
* Kita tidak perlu takut karena Tuhanlah yang memegang hari esok.
(Ringkasan ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah)
