Ringkasan Khotbah Minggu, 19 April 2009 (Ev. Daniel Santoso)
Tema : The Origin of God’s Word
Nats Alkitab : Yunus 1:1-3
Gereja yang mengutamakan Firman Tuhan sebagai perkataan/perintah Tuhan adalah gereja yang benar – benar mengutamakan tujuan yang sebenarnya. Kitab Yunus seringkali diperdebatkan karena : 1) Kitab Yunus dijadikan suatu cerita yang diulang secara oral yang akhirnya menjadi sekedar cerita. 2) Kitab Yunus merupakan kitab perumpamaan yang tidak real, hanyalah sebuah cerita yang tidak ada dalam suatu perumpamaan. Kita hanya bisa mengatakan bahwa kita dapat belajar dari kehidupan satu hamba Tuhan yang dipakai luar biasa. Tanpa memperdulikan akan keberadaan Yunus, siapakah dan darimanakah Yunus itu sendiri melalui sejarah dari kehidupan Yunus. 3) Yunus adalah tokoh historis yang benar – benar hadir di dalam dunia, dipakai Tuhan untuk membawa Firman Tuhan serta hadir melihat pertobatan nasional. Kita percaya bahwa ini adalah kitab biografi yang merupakan catatan di mana pernah ada kejadian seorang nabi yang dipakai Tuhan yaitu Yunus. Dia harus bergumul saat dia menerima panggilan Tuhan dan bergumul untuk memberitakan Firman Tuhan. Di ayat pertama dikatakan :”Datanglah Firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai. Kita akan masuk dalam What is the definition of The Word of Lord? Apa yang menjadi definisi Firman Tuhan? Mengapa Firman Tuhan menjadi begitu penting di dalam kitab suci ini serta begitu penting mengawali kitab Yunus? Ada lima point yang menjadi signifikansi, arti yang mendalam dari The Word of The Lord.
1. Firman Tuhan berpusat pada Allah itu sendiri (God Centered) - tidak mungkin diwakili oleh setan, gerakan – gerakan manusia; hanya dinyatakan dari Allah sendiri. Definisi Firman Tuhan itu sendiri adalah : a) Firman Tuhan kembali kepada originalitasnya (keasliannya). Jika Allah tidak berfirman maka Firman yang muncul dalam kehidupan manusia tidak mungkin berasal dari Allah, kecuali Allah berfirman dan kebenaran itu dinyatakan kepada manusia, barulah menyadari yang diterima dan dikatakan itu adalah Firman. b) memiliki otoritas yang hanya dari Tuhan saja yang menjadi standar / meterai yang sejati. c) Spiritualitas membicarakan selera dan cara. Firman Tuhan hanya diberikan menurut cara Tuhan dan berdasarkan selera dan kehendak Tuhan saja. Seringkali pada saat kita membaca Firman Tuhan kita tidak dapat memahami Firman Tuhan karena kita memaksakan keinginan pribadi kita dan tidak rela mendengarkan apa yang Tuhan perintahkan. Kita seringkali tidak bisa menemukan suatu hubungan yang intim. Mengapa? Karena kita belum membawa selera Tuhan menjadi dasar kita untuk berselera. Kita perlu disentuh oleh Tuhan sendiri. Kita tidak bisa puas hanya dengan Firman yang diproduksi manusia beserta keinginan pribadi kita. Tetapi biarlah Firman Tuhan itu berkuasa di dalam kehidupan sehari – hari yang menuntun kehidupan kita. Pada saat Yunus menerima Firman Tuhan, panggilan Tuhan kepada Yunus bin Amitai, di situ Yunus menerima Firman yang asli, otoritas yang asli dan selera yang asli. Bagaimana dengan dunia ini? Apakah dunia ini betul – betul menghargai Firman Tuhan? Masihkah dunia ini menjadikan Firman Tuhan yang terpenting dan signifikan serta memiliki aksi pada saat kita mempelajarinya? Di dalam ilmu filsafat, ada banyak orang yang mempelajari Alkitab tetapi malahan menentang keberadaan Alkitab, contohnya Nietzche, Slavoj Zizek dengan brutal menyatakan konsep – konsep “Kamu harus menjadi narsis yang sejati, dengan begitu engkau akan menikmati hidup.” Buang segala Firman dan Firman itu adalah kosong.” Selain itu bagi Slavoj Zizek: kehausan manusia seharusnya dilampiaskan. Dia menyatakan bahwa “love is an evil” dimana konsep love ini bertentangan dengan konsep love yang digambarkan di Disney atau novel yang anggun, tetapi love yang menyatakan keaslian love adalah lust. Lust yang akhirnya harus memproduksi setiap keaslian dalam nafsu - kalau perlu melampaui moralitas, prinsip agama dan prinsip tokoh – tokoh moral. Sehingga dia menampilkan satu fenomena di balik konsep ini, yaitu fenomena Viagra. Obat yang dijual begitu bebas dengan rating tertinggi di seluruh dunia. Dulu penjualan tertinggi di dunia adalah Alkitab tetapi saat ini malah Viagra yang menjadi produk terlaris. Karena menurut Slavoj Zizek, Viagra-lah yang dapat memuaskan manusia dan melampaui keaslian dan kebebasan dalam dirinya sendiri. Sungguh sangat mengerikan, ajaran seperti ini diajarkan di kampus – kampus yang berpengaruh di seluruh dunia. Maka tidaklah heran apabila internet dengan mudahnya membuat orang jatuh ke dalam dosa, karena internet menyediakan banyak akses untuk itu. Dunia semakin lama semakin melupakan Tuhan, dan dirinya yang memerlukan Tuhan serta keaslian Firman Tuhan. Pada saat Yunus dikirim ke kota Niniwe, kota yang hampir sama dengan keberadaan dunia saat ini di mana banyak konsep yang tidak benar dan kebobrokan moral yang sangat tinggi. Maka pada saat Yunus menerima Firman Tuhan yang langsung dari Tuhan dimana Firman yang asli dari Tuhan serta memiliki otoritas, keaslian dan merupakan selera Tuhan. Sadarkan kita pada saat membaca atau menerima Firman bahwa Firman itu berasal dari Allah sendiri?
2. Firman Tuhan adalah akurat. Karena Firman adalah dari Allah sehingga setiap Firman yang datang adalah akurat, dimana tidak ada yang dapat menggantikanNya. Tetapi mengapa pada saat kita menerima atau membaca Firman itu kita tidak menemukan keakurasian Firman itu tidak mendarah daging didalam hidup kita ? Kita dapat merasakan ketidakakuratan Firman karena : a) dosa yang membuat kita jatuh dalam penyelewengan; b) self menjadi penentu penyelewengan kita terhadap keakuratan Firman Tuhan. Cornelius Platinga, seorang dosen dari Calvin Theological Seminary, mengatakan bahwa dosa berasal dari self – kita sendiri yang menjatuhkan diri dalam dosa, yang menentukan diri untuk jatuh dalam dosa, akhirnya kita tidak dapat melihat keakuratan dari Firman Tuhan yang seharusnya mengajarkan kebenaran tetapi tidak sinkron dengan kehidupan kita. Cara menyambung hubungan antara manusia dengan Firman seharusnya menjadi satu hal yang akurat dalam hidup manusia yaitu Firman harus memberikan teladan terlebih dahulu, dan kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia menyatakan satu signifikansi yang menyatakan satu hubungan antara manusia dengan Firman Tuhan itu sendiri. Kita juga tidak berhak menyatakan bahwa Alkitab atau Firman Tuhan itu tidak akurat. Yunuspun pada saat menerima Firman Tuhan, tidak merasakan keakuratan itu, misalnya pada saat Firman Tuhan diberikan pada Yunus, ”Tuhan, Engkau mau menyelamatkan Niniwe bangsa yang sudah sangat buruk dan jahat itu?” Yunus mempertanyakan Tuhan, haruskah dia memberitakan Firman kepada bangsa yang sudah tidak tahu malu itu? Yunus menyatakan seolah – olah Tuhan tidak akurat dengan menyatakan Firman yang menyuruh dia pergi menginjili ke tempat itu. Begitu juga dengan kita saat menerima Firman kita akan mengalami satu pergumulan dengan Tuhan dengan mempertanyakan apakah FirmanNya itu akurat.
3. Firman Tuhan adalah bersifat doxological (memuliakan nama Tuhan) .Bagaimana kita dapat memuliakan Tuhan dengan sepenuh hati? Respon orang yang memuliakan Tuhan adalah orang yang hatinya gentar, takut dan bersukacita saat menerima Firman Tuhan. Tidak memilih tempat pelayanan, selera manusia tetapi harus memuliakan Tuhan meskipun harus ke Niniwe yang tidak karuan pada saat itu. Untuk itu Firman Tuhan harus menyatakan kemuliaan Tuhan. Yunus pada saat menerima Firman Tuhan bukan dengan sukacita, gentar dan takut tetapi dengan pertanyaan, “Mengapa Tuhan, Engkau mengasihi mereka dan mau memberitakan Injil kepada bangsa Niniwe?” Yunus bukan hanya menghambat pelayanan tetapi juga melawan kehendak Tuhan. Manusia tidak mungkin dapat mengubah Firman Tuhan.
4. Firman Tuhan adalah yang menyatakan pengharapan. Pada saat Yunus menerima Firman Tuhan, Firman itu merupakan firman yang menyatakan arah di mana manusia dapat menuju kepada pengharapan di dalam Tuhan. Setiap Firman Tuhan tidak ada satupun yang menyatakan kepesimisan, tetapi didasari oleh pengharapan yang sejati. Dan pengharapan itu harus diperjuangkan, jadi saat kita menerima Firman Tuhan kita harus berperang dan bersitegang di dalam diri sendiri. Abraham, bapa orang beriman, juga menerima Firman Tuhan untuk keluar dari Ur-Kasdim, tanpa tahu ke mana arah tujuannya ke depan. Dia juga harus bergumul di situ dan tidak secara langsung menerima pengharapan dari Tuhan, begitu juga dengan Yosua yang bergumul saat diutus Tuhan untuk menuju kepada tanah perjanjian, mereka harus melawan orang Filistin. Berarti pada saat kita menerima Firman yang berpengharapan, kita harus berjuang, bergumul, bersitegang dengan diri sendiri. Yunus pada saat menerima Firman Tuhan juga harus bersitegang dengan moralitas, dan mempertanyakan kenapa Tuhan harus menyelamatkan Niniwe? Pernahkah kita peduli dengan bangsa manakah yang harus mendengarkan berita keselamatan yang berpengharapan ini?
5. Firman Tuhan menyatakan Penggenapan. Setiap Firman Tuhan pasti memiliki hubungan dengan Penggenapan, yaitu Kristus. Apakah hubungan Yunus dengan Kristus? Firman Tuhan memiliki dasar yang berpusat hanya pada Kristus. Tiga bagian yang perlu kita lihat :
1) Yunus adalah nabi dari Galilea
II Raja – raja 14:25 ;
Nats Alkitab : Yunus 1:1-3
Gereja yang mengutamakan Firman Tuhan sebagai perkataan/perintah Tuhan adalah gereja yang benar – benar mengutamakan tujuan yang sebenarnya. Kitab Yunus seringkali diperdebatkan karena : 1) Kitab Yunus dijadikan suatu cerita yang diulang secara oral yang akhirnya menjadi sekedar cerita. 2) Kitab Yunus merupakan kitab perumpamaan yang tidak real, hanyalah sebuah cerita yang tidak ada dalam suatu perumpamaan. Kita hanya bisa mengatakan bahwa kita dapat belajar dari kehidupan satu hamba Tuhan yang dipakai luar biasa. Tanpa memperdulikan akan keberadaan Yunus, siapakah dan darimanakah Yunus itu sendiri melalui sejarah dari kehidupan Yunus. 3) Yunus adalah tokoh historis yang benar – benar hadir di dalam dunia, dipakai Tuhan untuk membawa Firman Tuhan serta hadir melihat pertobatan nasional. Kita percaya bahwa ini adalah kitab biografi yang merupakan catatan di mana pernah ada kejadian seorang nabi yang dipakai Tuhan yaitu Yunus. Dia harus bergumul saat dia menerima panggilan Tuhan dan bergumul untuk memberitakan Firman Tuhan. Di ayat pertama dikatakan :”Datanglah Firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai. Kita akan masuk dalam What is the definition of The Word of Lord? Apa yang menjadi definisi Firman Tuhan? Mengapa Firman Tuhan menjadi begitu penting di dalam kitab suci ini serta begitu penting mengawali kitab Yunus? Ada lima point yang menjadi signifikansi, arti yang mendalam dari The Word of The Lord.
1. Firman Tuhan berpusat pada Allah itu sendiri (God Centered) - tidak mungkin diwakili oleh setan, gerakan – gerakan manusia; hanya dinyatakan dari Allah sendiri. Definisi Firman Tuhan itu sendiri adalah : a) Firman Tuhan kembali kepada originalitasnya (keasliannya). Jika Allah tidak berfirman maka Firman yang muncul dalam kehidupan manusia tidak mungkin berasal dari Allah, kecuali Allah berfirman dan kebenaran itu dinyatakan kepada manusia, barulah menyadari yang diterima dan dikatakan itu adalah Firman. b) memiliki otoritas yang hanya dari Tuhan saja yang menjadi standar / meterai yang sejati. c) Spiritualitas membicarakan selera dan cara. Firman Tuhan hanya diberikan menurut cara Tuhan dan berdasarkan selera dan kehendak Tuhan saja. Seringkali pada saat kita membaca Firman Tuhan kita tidak dapat memahami Firman Tuhan karena kita memaksakan keinginan pribadi kita dan tidak rela mendengarkan apa yang Tuhan perintahkan. Kita seringkali tidak bisa menemukan suatu hubungan yang intim. Mengapa? Karena kita belum membawa selera Tuhan menjadi dasar kita untuk berselera. Kita perlu disentuh oleh Tuhan sendiri. Kita tidak bisa puas hanya dengan Firman yang diproduksi manusia beserta keinginan pribadi kita. Tetapi biarlah Firman Tuhan itu berkuasa di dalam kehidupan sehari – hari yang menuntun kehidupan kita. Pada saat Yunus menerima Firman Tuhan, panggilan Tuhan kepada Yunus bin Amitai, di situ Yunus menerima Firman yang asli, otoritas yang asli dan selera yang asli. Bagaimana dengan dunia ini? Apakah dunia ini betul – betul menghargai Firman Tuhan? Masihkah dunia ini menjadikan Firman Tuhan yang terpenting dan signifikan serta memiliki aksi pada saat kita mempelajarinya? Di dalam ilmu filsafat, ada banyak orang yang mempelajari Alkitab tetapi malahan menentang keberadaan Alkitab, contohnya Nietzche, Slavoj Zizek dengan brutal menyatakan konsep – konsep “Kamu harus menjadi narsis yang sejati, dengan begitu engkau akan menikmati hidup.” Buang segala Firman dan Firman itu adalah kosong.” Selain itu bagi Slavoj Zizek: kehausan manusia seharusnya dilampiaskan. Dia menyatakan bahwa “love is an evil” dimana konsep love ini bertentangan dengan konsep love yang digambarkan di Disney atau novel yang anggun, tetapi love yang menyatakan keaslian love adalah lust. Lust yang akhirnya harus memproduksi setiap keaslian dalam nafsu - kalau perlu melampaui moralitas, prinsip agama dan prinsip tokoh – tokoh moral. Sehingga dia menampilkan satu fenomena di balik konsep ini, yaitu fenomena Viagra. Obat yang dijual begitu bebas dengan rating tertinggi di seluruh dunia. Dulu penjualan tertinggi di dunia adalah Alkitab tetapi saat ini malah Viagra yang menjadi produk terlaris. Karena menurut Slavoj Zizek, Viagra-lah yang dapat memuaskan manusia dan melampaui keaslian dan kebebasan dalam dirinya sendiri. Sungguh sangat mengerikan, ajaran seperti ini diajarkan di kampus – kampus yang berpengaruh di seluruh dunia. Maka tidaklah heran apabila internet dengan mudahnya membuat orang jatuh ke dalam dosa, karena internet menyediakan banyak akses untuk itu. Dunia semakin lama semakin melupakan Tuhan, dan dirinya yang memerlukan Tuhan serta keaslian Firman Tuhan. Pada saat Yunus dikirim ke kota Niniwe, kota yang hampir sama dengan keberadaan dunia saat ini di mana banyak konsep yang tidak benar dan kebobrokan moral yang sangat tinggi. Maka pada saat Yunus menerima Firman Tuhan yang langsung dari Tuhan dimana Firman yang asli dari Tuhan serta memiliki otoritas, keaslian dan merupakan selera Tuhan. Sadarkan kita pada saat membaca atau menerima Firman bahwa Firman itu berasal dari Allah sendiri?
2. Firman Tuhan adalah akurat. Karena Firman adalah dari Allah sehingga setiap Firman yang datang adalah akurat, dimana tidak ada yang dapat menggantikanNya. Tetapi mengapa pada saat kita menerima atau membaca Firman itu kita tidak menemukan keakurasian Firman itu tidak mendarah daging didalam hidup kita ? Kita dapat merasakan ketidakakuratan Firman karena : a) dosa yang membuat kita jatuh dalam penyelewengan; b) self menjadi penentu penyelewengan kita terhadap keakuratan Firman Tuhan. Cornelius Platinga, seorang dosen dari Calvin Theological Seminary, mengatakan bahwa dosa berasal dari self – kita sendiri yang menjatuhkan diri dalam dosa, yang menentukan diri untuk jatuh dalam dosa, akhirnya kita tidak dapat melihat keakuratan dari Firman Tuhan yang seharusnya mengajarkan kebenaran tetapi tidak sinkron dengan kehidupan kita. Cara menyambung hubungan antara manusia dengan Firman seharusnya menjadi satu hal yang akurat dalam hidup manusia yaitu Firman harus memberikan teladan terlebih dahulu, dan kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia menyatakan satu signifikansi yang menyatakan satu hubungan antara manusia dengan Firman Tuhan itu sendiri. Kita juga tidak berhak menyatakan bahwa Alkitab atau Firman Tuhan itu tidak akurat. Yunuspun pada saat menerima Firman Tuhan, tidak merasakan keakuratan itu, misalnya pada saat Firman Tuhan diberikan pada Yunus, ”Tuhan, Engkau mau menyelamatkan Niniwe bangsa yang sudah sangat buruk dan jahat itu?” Yunus mempertanyakan Tuhan, haruskah dia memberitakan Firman kepada bangsa yang sudah tidak tahu malu itu? Yunus menyatakan seolah – olah Tuhan tidak akurat dengan menyatakan Firman yang menyuruh dia pergi menginjili ke tempat itu. Begitu juga dengan kita saat menerima Firman kita akan mengalami satu pergumulan dengan Tuhan dengan mempertanyakan apakah FirmanNya itu akurat.
3. Firman Tuhan adalah bersifat doxological (memuliakan nama Tuhan) .Bagaimana kita dapat memuliakan Tuhan dengan sepenuh hati? Respon orang yang memuliakan Tuhan adalah orang yang hatinya gentar, takut dan bersukacita saat menerima Firman Tuhan. Tidak memilih tempat pelayanan, selera manusia tetapi harus memuliakan Tuhan meskipun harus ke Niniwe yang tidak karuan pada saat itu. Untuk itu Firman Tuhan harus menyatakan kemuliaan Tuhan. Yunus pada saat menerima Firman Tuhan bukan dengan sukacita, gentar dan takut tetapi dengan pertanyaan, “Mengapa Tuhan, Engkau mengasihi mereka dan mau memberitakan Injil kepada bangsa Niniwe?” Yunus bukan hanya menghambat pelayanan tetapi juga melawan kehendak Tuhan. Manusia tidak mungkin dapat mengubah Firman Tuhan.
4. Firman Tuhan adalah yang menyatakan pengharapan. Pada saat Yunus menerima Firman Tuhan, Firman itu merupakan firman yang menyatakan arah di mana manusia dapat menuju kepada pengharapan di dalam Tuhan. Setiap Firman Tuhan tidak ada satupun yang menyatakan kepesimisan, tetapi didasari oleh pengharapan yang sejati. Dan pengharapan itu harus diperjuangkan, jadi saat kita menerima Firman Tuhan kita harus berperang dan bersitegang di dalam diri sendiri. Abraham, bapa orang beriman, juga menerima Firman Tuhan untuk keluar dari Ur-Kasdim, tanpa tahu ke mana arah tujuannya ke depan. Dia juga harus bergumul di situ dan tidak secara langsung menerima pengharapan dari Tuhan, begitu juga dengan Yosua yang bergumul saat diutus Tuhan untuk menuju kepada tanah perjanjian, mereka harus melawan orang Filistin. Berarti pada saat kita menerima Firman yang berpengharapan, kita harus berjuang, bergumul, bersitegang dengan diri sendiri. Yunus pada saat menerima Firman Tuhan juga harus bersitegang dengan moralitas, dan mempertanyakan kenapa Tuhan harus menyelamatkan Niniwe? Pernahkah kita peduli dengan bangsa manakah yang harus mendengarkan berita keselamatan yang berpengharapan ini?
5. Firman Tuhan menyatakan Penggenapan. Setiap Firman Tuhan pasti memiliki hubungan dengan Penggenapan, yaitu Kristus. Apakah hubungan Yunus dengan Kristus? Firman Tuhan memiliki dasar yang berpusat hanya pada Kristus. Tiga bagian yang perlu kita lihat :
1) Yunus adalah nabi dari Galilea
II Raja – raja 14:25 ;
Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer.
Yunus berasal dari Gat Hefer yang berada di dekat Nazaret, Galilea, yang juga merupakan tempat Yesus dibesarkan. Yunus adalah orang Galilea.
Yohanes 7:41
Yohanes 7:41
Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
Perhatikan ayat ini : ada hak apa orang Farisi mengatakan bahwa tidak ada nabi yang berasal dari Galilea? Yunus berasal dari Galilea adalah seorang nabi.
Orang yang menyatakan selidiki kitab suci adalah orang yang harusnya juga dituntut untuk menyelidiki kitab suci secara menyeluruh dan dalam. Ini menunjukkan orang yang belajar agama belum tentu dapat mengungkapkan Firman Tuhan secara utuh. Yunus bin Amitai adalah seorang nabi yang nantinya menggenapi keberadaan Kristus yang juga adalah nabi berasal dari Galilea.
2) Tanda Yunus di dalam perut ikan selama 3 hari menjadi satu tanda kebangkitan Kristus di dalam dunia.
Matius 12: 39-41
Orang yang menyatakan selidiki kitab suci adalah orang yang harusnya juga dituntut untuk menyelidiki kitab suci secara menyeluruh dan dalam. Ini menunjukkan orang yang belajar agama belum tentu dapat mengungkapkan Firman Tuhan secara utuh. Yunus bin Amitai adalah seorang nabi yang nantinya menggenapi keberadaan Kristus yang juga adalah nabi berasal dari Galilea.
2) Tanda Yunus di dalam perut ikan selama 3 hari menjadi satu tanda kebangkitan Kristus di dalam dunia.
Matius 12: 39-41
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”
Apa yang ada di dalam Yunus bukan hanya suatu cerita tetapi juga menyatakan satu penggenapan kedatangan Kristus. Maka Firman Tuhan harus memiliki sentralitas yang berfokus pada Kristus.3) Satu konfirmasi bahwa pemberitaan Yunus menyatakan konsistensi dari Allah yang menjadi rencana penebusan,keselamatan.
Lukas 11: 29, 30, 32
29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
Sadarkah kita bahwa Firman Tuhan begitu konsisten, akurat dan setia? Firman Tuhan yang akurat itu bukan hanya di dalam Alkitab saja tetapi juga ada di dalam hati yang dikerjakan Roh Kudus. Sadarkah kita bahwa Firman Tuhan bekerja dan sedang mendidik kita membawa kita untuk bertahan? Masihkah kita takut dan taat kepada Firman Tuhan? Jangan sampai semakin kita mengenal Firman Tuhan kita semakin profesional memperalat Firman Tuhan. Berdoalah dan memohon Tuhan memberikan kebangunan rohani di mana Firman Tuhan boleh senantiasa berakar ke dalam dan berbuah keluar. Amin.(SW)
