Ringkasan Kotbah Minggu 19 May 2009 (Ev. Diana)
Tema : God’s Love
Nats Alkitab : Hosea 3 : 1-5
Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis. Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau." Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.
Banyak hamba Tuhan dalam Alkitab kadangkala dikira sangat aneh dan melakukan perbuatan yang tidak masuk akal. Tetapi perbuatan yang dilakukan oleh mereka adalah perintah dari Tuhan Allah sebagai suatu analogi. Contohnya Nabi Yeremia disuruh oleh Tuhan untuk membeli ikat pinggang dari lenan dan disimpan sampai lapuk, Nabi Yehezkiel disuruh Tuhan untuk membakar roti jelai di atas kotoran manusia, dan lain-lain.
Demikian juga Hosea dipanggil Tuhan untuk mengawini seorang perempuan sundal. Tuhan Allah menyuruh Hosea melakukan demikian adalah untuk menggambarkan kondisi bangsa Israel yang selalu berselingkuh dengan allah-allah asing. Padahal dari sejarah mula-mula bangsa Israel, Tuhan telah memilih dan memimpin bangsa Israel dari zaman Abraham sampai keluar dari tanah Mesir dan Tuhan Allah telah menyatakan kuasaNya di antara mereka, tetapi bangsa Israel tidak setia dan selalu meninggalkan Tuhan.
Di dalam Kitab Hosea ini kita dapat melihat kasih Allah yang demikian dalam:
1. Kasih yang Ajaib (3:1).
Bayangkan bagaimana Hosea harus menikahi seorang perempuan sundal! Setelah dinikahi, masih bersundal juga, tambah berat lagi. Jadi apakah Hosea merasa terpaksa untuk mencintai Gomer karena itu adalah perintah Tuhan? Tidak. Hosea tetap mencintai Gomer karena Hosea telah merasakan dan melihat sendiri kasih Tuhan yang begitu ajaib yang masih mencintai bangsa Israel meskipun bangsa Israel tidak setia. Dari teladan ini, Hosea MAMPU untuk mengasihi karena Tuhan yang secara aktif terlebih dahulu mencintai dia dan bangsa Israel. Apakah kita sanggup untuk mengasihi orang yang tidak pantas untuk kita kasihi? Mari dengan berdasar dari kasih Tuhan ini kita mengasihi mereka.
2. Kasih yang menebus (3:2).
Dalam Hosea 3:2, Hosea pergi membeli kembali Gomer dengan harga 15 syikal perak. Dia harus membeli kembali istrinya sendiri dan harus membayar. Begitulah Kasih Allah yang juga telah menebus kita bukan dengan uang 15 syikal seperti Gomer yang murahan (harga budak pada umumnya adalah 30 syikal perak—seperti Tuhan Yesus juga dijual oleh Yudas dengan harga 30 keping perak). Tetapi Tuhan menebus kita manusia dengan DARAHNYA sendiri supaya kita manusia dapat kembali kepadaNya. Begitu besar kasih Allah itu!
3. Kasih yang adil - Kasih yang menyakitkan (3:3-4).
Dalam Hosea3:3, meskipun Hosea telah membayar lunas Gomer, tetapi harus ada hukuman atas perzinahan Gomer. Dia yang telah dibayar lunas oleh Hosea tidak boleh berzinah lagi, dan Hosea pun tidak akan bersetubuh dengan dia. Ini melambangkan bahwa bangsa Israel juga akan dibuang oleh Allah atas ketidaksetiaan mereka! Mereka tidak akan mempunyai raja, tidak akan mempunyai pemimpin artinya kerajaan Israel akan hancur. Tidak ada korban, maupun efod, tidak ada tugu berhala maupun terafirm artinya mereka juga tidak dapat beribadah, baik kepada Tuhan Allah maupun kepada ilah-ilah yang lain. Maka dalam kasih Allah ada keadilan Allah juga!
Meskipun Allah begitu mengasihi Daud, bahkan ketika Daud sudah meninggal Allah tetap mengingat janjiNya kepada Daud, tetapi Daud juga dihukum oleh Tuhan karena perzinahannya. Daud membunuh Uria, maka 4 anaknya juga mati dibunuh. Daud berzinah, maka anaknya Absalom berzinah secara terang-terangan dengan gundik-gundiknya Daud di muka umum. Ketika kita mengingat kasih Tuhan, kita juga harus mengingat keadilanTuhan!
4. Kasih yang mengubah (3:5).
Hosea membeli kembali Gomer karena mengasihi Gomer dan ingin agar Gomer berubah dan bertobat dari segala dosa-dosanya. Pada akhirnya setelah hukuman Tuhan, maka Israel akan kembali kepada Tuhan dengan gemetar. Jika dulu mereka menyiksa nabi-nabi Tuhan karena nubuatan mereka, maka sekarang mereka akan mencari kembali apa yang dulu pernah dinubuatkan. Dalam Alkitab kita juga melihat banyak tokoh-tokoh yang setelah merasakan kasih Allah yang luar biasa, menjadi berubah. Seperti Petrus yang begitu sombong, merasa diri bisa melindungi Tuhan Yesus, setelah diubahkan oleh Tuhan menjadi rasul yang rela mati bagi Tuhan. Yohanes, si anak guntur, yang meminta Tuhan menurunkan api kepada orang-orang Samaria yang tidak mau percaya, telah Tuhan ubahkan menjadi rasul yang penuh kasih. Paulus yang dulu menganiaya umat Tuhan, telah diubahkan menjadi seorang rasul yang sangat giat memberitakan Injil Tuhan dan bahkan rela menderita karenaNya. Di dalam sejarah gereja juga ada Augustinus (Inggris Augustine – Indonesia Agustinus) yang dari muda sudah hidup bebas dan kumpul kebo, telah Tuhan ubahkan menjadi Bapa Gereja yang hidup kudus. John Newton, seorang penjual budak, telah diubahkan oleh kasih Tuhan menjadi seorang yang menentang perdagangan budak dan mengarang lagu Amazing Grace.
Napoleon pernah berkata kepada panglimanya Jendral Bentrand di pulau St. Helena. Dia berkata : Alexander the Great, Julius Caesar, dan dirinya telah membangun kerajaan bagi diri mereka sendiri, namun apa yang tertinggal dari hasil ciptaan kejeniusan mereka? Tetapi Kristus telah membangun kerajaanNya atas dasar KASIH, dan 4 juta orang lebih rela mati bagi Dia.
Begitu indahnya kasih Allah yang ajaib, yang menebus, namun juga adil, sehingga dapat mengubah setiap kita. Mari kita mengasihi dengan berlandas pada kasih yang berasal dari Tuhan. Amin (Rbt)
