Ringkasan Kotbah Minggu 15 Februari 2009 (Pdt. Nico Ong)
Tema : Kehidupan Gereja yang Sejati.
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 2: 41-47
Salah satu ciri khas dari mimbar Reformed dalam penyampaian Firman Tuhan yaitu dengan menggali satu perikop Firman secara mendalam dan jelas. Bersifat pelan tapi pasti, bukan hanya memakai banyak ayat sekaligus tanpa penggalian yang lebih dalam. Ini merupakan tanggapan bagi orang – orang yang mencintai Yesus baik yang ada di dalam dunia ini maupun yang sudah tinggal bersama dengan kemuliaan Tuhan di Kerajaan Surga. Itulah yang dinamakan Gereja yang sejati dan Tubuh Kristus. Dari sini kita dapat belajar mengenai apa itu Gereja? Gereja dalam bahasa Gerika adalah Ecclesia yang berarti perkumpulan orang – orang yang dipanggil keluar menjadi orang yang tidak bercacat cela menjadi kesatuan anak – anak Allah melalui iman kepada Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan diri mereka. Itulah arti gereja yang sebenarnya.
Di dalam doktrin gereja, gereja terbagi menjadi dua: 1) invisible church (gereja yang tidak kelihatan) dan 2) visible church (gereja yang kelihatan). Orang – orang dunia biasanya tidak dapat mendeteksi keberadaan invisible church tetapi lebih melihat visible church yaitu orang – orang di sekitar mereka yang menjadi orang Kristen. Dari pernyataan ini, timbul pertanyaan : yang manakah yang lebih penting? Tuhan tetap menjadikan visible church sebagai saksi di tengah dunia yang mengimbangi tantangan dunia ini. Saat ini kita akan melihat bagian di mana kita akan diingatkan akan keberadaan kita sebagai orang Kristen yang bukan hanya sekedar percaya saja tetapi juga memiliki pengajaran, konsep persekutuan, menikmati komuni (perjamuan kudus) dan baptisan dan pengertian berdoa. Sebagian orang menganggap tidak perlu lagi ada visible church dengan pengorganisasian gereja yang kelihatan. Delapan tahun yang lalu Taiwan pernah digemparkan dengan satu fenomena orang – orang percaya tidak perlu lagi beribadah ke gereja, tetapi mereka beribadah di rumah masing – masing. Keliatannya menjadi ide yang baik, tetapi side effect yang menjadi masalahnya adalah apakah kita menginginkan hal itu terjadi? Kalau iya maka tidak perlu lagi ada visible church, hanya invisible church saja. Tetapi kenapa Tuhan menentukan invisible dan visible church? Di dalam Matius 18:15-17 dikatakan “Apabila saudaramu berbuat dosa tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau akan mendapatkannya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” Ini merupakan konsep gereja mula – mula yang Allah kehendaki dalam berkomunikasi di tengah komunitas. Saling menasehati, saling menegur di dalam Kisah Para Rasul ini, the invisible church became more visible. Walaupun pada awalnya gambaran visible dan invisible church ini memiliki persamaan tetapi kemudian hal itu dirusak oleh jemaat – jemaat palsu yang berkumpul dalam gereja. Kenapa gereja perlu arti pengajaran, peringatan, nasehat dan teguran? Seringkali problem terjadi di dalam gereja, kenapa bisa seperti itu? Karena ada orang – orang yang tidak percaya, yang keras hatinya, yang bidat dan sesat ada di tengah - tengah gereja. Delapan tahun yang lalu Taiwan juga menganut satu konsep bergereja di mana tidak perlu adanya visible church, setiap orang mengadakan ibadah di rumah mereka masing – masing seperti yang kita lihat di Cina saat ini. Hal ini disebabkan karena mereka meniru konsep dari Korea dan Singapura yang menyatakan bahwa jika sedang mengalami peperangan dan tidak memungkinkan bagi orang Kristen untuk beribadah keluar. Tetapi jika pada saat itu belum terjadi peperangan dan penganiayaan, ini merupakan hal yang perlu dipertanyakan . Gereja sudah tidak memiliki kepekaan dan orang Kristen sendiri tidak memiliki ketajaman dalam memikirkan hal ini, sehingga banyak gereja Taiwan yang mengadakan cell group. Sehingga ada beberapa gereja Taiwan yang tutup karena mereka tidak beribadah di gereja, mereka tidak mau ditegur, tidak mau dinasihati dan setiap orang menjadi liar tanpa pengawasan Hamba Tuhan atau saudara-saudari seiman lain. Bagi mereka apa yang telah mereka baca sudah mutlak.
Tiga aspek dari konsep gereja adalah: 1) The Founding of the church – bagaimana mendirikan gereja. Pertemuan gereja pertama kali adalah hanya orang – orang lokal di kota Yerusalem, orang yang rendah hati, para nelayan, petani dan orang dari golongan menengah ke bawah dan golongan – golongan yang cukup kaya di mana dicatat mereka menjual hartanya dan membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan. Gereja mula – mula hadir di dalam persekutuan doa di hari Pentakosta di Yerusalem. Roh Kudus turun dan memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Orang Kristen pada saat itu mengalami kedahsyatan turunnya Roh Kudus dan Kasih Kristus yang kemudian menyebabkan pertumbuhan yang pesat. Di ayat 42, mendirikan gereja harus kembali ke Alkitab, setiap orang yang sudah mendengarkan Firman Tuhan, merenungkan, menganalisa, menerima dan sekarang saatnya melakukan.
Dasar konsep gereja mula – mula : a) Teaching (教導) b) Fellowship(團契) c) Communion(聖餐) dan d) Prayer (禱告). Keempat konsep ini merupakan satu kesatuan yang harus dijalankan dan setelah melaksanakannya jangan lupa point kelima adalah pergi laksanakan apa yang sudah Tuhan perintahkan kepadamu yaitu mengabarkan Injil Tuhan.
Teaching. Di dalam konsep Perjanjian Baru sama sekali tidak bertentangan, Paulus juga menekankan bahwa pengajaran merupakan hal yang penting dalam pendirian gereja. Di dalam gereja Reformed sendiri pengajaran Firman Tuhan mungkin terkesan sangat doktrinal dan tidak mudah dimengerti, tetapi ini sangat baik karena dapat menuntun orang untuk mengerti kedalaman dan dasar Kekristenan yang kuat. Gereja Reformed dapat dirintis oleh Pdt. Nico Ong karena bagi beliau pengajaran akan Firman Tuhan itu harus kuat karena Firman itu sendiri hidup dan dapat menghidupkan kita yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, Tuhan juga pasti memberikan respon untuk mengerti pengajaranNya.
Fellowship. Persekutuan itu penting sekali karena ada objek dalam berhubungan. Orang percaya harus memiliki hubungan pribadi kepada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus dan keempat kepada orang – orang percaya lainnya. 團契是有別人成為我們的對象. Tanggungjawab bukan hanya kepada Allah Tritungal tetapi juga sesama.相交的應正. Ada tujuh bagian yang dapat kita lihat dalam persekutuan:
1) 批此相愛- saling mengasihi. Yohanes 13:34 : Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
2)互相擔當- saling membagi beban. Galatia 6:2; Bertolong - tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Kita harus saling menanggung beban dalam hal melakukan kebenaran bukan hal yang tidak benar. Misalnya ada saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran kita perlu turut membantu melalui pengumpulan dana/ sumbangan,walaupun itu tidak banyak, tetapi kita telah menjalankan konsep persekutuan.
3) 批此接納- saling menerima kekurangan. Roma15:7 : Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Belajar menerima kekurangan orang, Kristus saja menerima kita yang kotor adanya dan menerima kita yang berdosa serta menebus kita menjadi seperti kain putih.
4) 批此順服 - kerendahan hati. Efesus 5:21 : Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain didalam takut akan Kristus. Rendah hati di sini bukan berarti minder. Setiap orang memang memiliki keminderan, tahu malu tetapi keminderan yang berkelebihan itu dosa.
5)互相服事 - saling melayani. Galatia 5:13 : Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Bukan hanya menerima tapi melayani satu sama lain.
6) 批此教導 – saling mendidik dan mengajar. Kolose 3:16 : Hendaklah perkataan Kristus diam degan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Berani memberikan didikan, peneguran sekalipun kita tidak dianggap atau dibenci, dikucilkan oleh orang itu, asalkan hati kita tulus dan suci dengan berpegang pada kebenaran maka bagi yang mendengarkan Tuhan akan berikan tetapi yang tidak mendengarkan Tuhan juga akan binasakan. Maka kita harus memiliki kesiapan hati dalam mengajar, menegur orang lain dan memuji Tuhan.
7) 批此同心- kerukunan/kesatuan hati.
Persekutuan di dalam satu gereja seharusnya memiliki tujuh hal ini.
Communion. Di dalam perjamuan kudus juga ada lima aspek yang perlu kita pikirkan. Communion memiliki arti :
1) Koinonia - 共用生活 - kehidupan bersama. Gereja mula – mula menjual harta mereka dan membagikan kepada mereka yang membutuhkan.
2) Koinonos - 同伴合一 – melakukan bersama. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon: “Tebarkan jalamu.” Sehingga saat itu banyak ikan – ikan yang harus diangkat bersama – sama.
3) Koinoni – 分享 - saling membagikan apa yang ada pada diri kita.
4) Koinonikos – 犧牲自己- pengorbanan, belajar memberikan kepada orang – orang yang membutuhkan.
5) Koinonia - pertemuan dihadapkan dalam perjamuan terakhir di hadapan Tuhan bersama – sama dengan orang percaya lain. Gereja Reformed hanya menjalankan 2 sakramen yaitu Sakramen Baptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus.
Prayer - 禱告. Doa bukan hanya sekedar nafas orang Kristen. Konsep doa yang benar adalah sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita harus memiliki komunikasi dengan Sang Pencipta yaitu melalui doa. Hanya manusia satu – satunya makhluk yang dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan dapat memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Banyak gereja yang sudah tidak bersandar dengan kuasa Roh Kudus dan terus melakukan banyak entertain dan tipuan agar dapat membujuk lebih banyak orang. Jemaat di Yerusalem memulai persekutuan mereka dengan kuasa Roh Kudus, mereka dipenuhi Roh Kudus dan melayani di dalam nama Kristus. Duabelas Rasul memimpin jemaat yang mula-mula dan terus menerus sampai Injil diberitakan dis eluruh dunia. Para tua – tua, diaken dilatih dan dipersiapkan untuk memimpin dan mengajar para jemaat yang lain. Mengapa harus dimulai dari 12 Rasul? Karena pada saat itu mereka adalah orang – orang yang baru menerima Kristus yang mengenal Kebenaran. Sehingga di dalam waktu yang cukup panjang para Rasul melihat di antara jemaat yang mengikut Kristus ini ada yang bertumbuh dan dewasa serta memiliki jiwa kepemimpinan rohani. Dan dari mereka dipilih untuk menjadi pemberita Injil. Hari ini pemberita Injil itu seperti Penginjil dan Pengajar. Rasul Paulus, Silas dan Barnabas merencanakan independent church - mereka melakukan pengabaran Injil dengan terus mengutamakan otoritas Kristus dan bersatu di dalam Roh tanpa takut akan kuasa pemerintah. Independent church bukan berarti interdenominasi, 獨立教會不等於超種派教會。Baik orang Yahudi,/non-Yahudi, orang kaya/miskin yang terdidik atau tidak memiliki pendidikan yang layak, mereka semua itu harus dibangun di dalam jemaat independent church. Kekristenan dipersatukan dari berbagai lapisan masyarakat, Roh Kudus memimpin struktur organisasi mereka. Gereja zaman sekarang dengan transaksi dan rencana yang kompleks dengan kesan bisnis, organisasi, jabatan, kedudukan, pengurusan atau program – program. Apakah itu yang menyenangkan hati Tuhan? Gereja terkesan seperti perusahaan daripada komunitas beriman. Dengan memberikan pertunjukan bagi jemaat yang pasif, yang tidak menghasilkan apa – apa. Seluruh perlengkapan yang ada semua dibawa ke gereja hanya untuk menghibur mereka, tetapi bukan untuk mendidik mereka menjadi pengajar yang solid. Di dalam konsep pelayanan Pdt.Nico Ong, kebenaran harus dinyatakan walaupun kedengarannya sakit. Adanya kedaulatan Tuhan memilih beberapa orang untuk bertumbuh dan berbuah dalam pengajaran Firman Tuhan. Kiranya Tuhan memberikan kita kekuatan, penghiburan dan kesadaran dalam pertumbuhan rohani yang kuat dan selalu mengutamakan Tuhan. (SW)
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah.)
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 2: 41-47
Salah satu ciri khas dari mimbar Reformed dalam penyampaian Firman Tuhan yaitu dengan menggali satu perikop Firman secara mendalam dan jelas. Bersifat pelan tapi pasti, bukan hanya memakai banyak ayat sekaligus tanpa penggalian yang lebih dalam. Ini merupakan tanggapan bagi orang – orang yang mencintai Yesus baik yang ada di dalam dunia ini maupun yang sudah tinggal bersama dengan kemuliaan Tuhan di Kerajaan Surga. Itulah yang dinamakan Gereja yang sejati dan Tubuh Kristus. Dari sini kita dapat belajar mengenai apa itu Gereja? Gereja dalam bahasa Gerika adalah Ecclesia yang berarti perkumpulan orang – orang yang dipanggil keluar menjadi orang yang tidak bercacat cela menjadi kesatuan anak – anak Allah melalui iman kepada Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan diri mereka. Itulah arti gereja yang sebenarnya.
Di dalam doktrin gereja, gereja terbagi menjadi dua: 1) invisible church (gereja yang tidak kelihatan) dan 2) visible church (gereja yang kelihatan). Orang – orang dunia biasanya tidak dapat mendeteksi keberadaan invisible church tetapi lebih melihat visible church yaitu orang – orang di sekitar mereka yang menjadi orang Kristen. Dari pernyataan ini, timbul pertanyaan : yang manakah yang lebih penting? Tuhan tetap menjadikan visible church sebagai saksi di tengah dunia yang mengimbangi tantangan dunia ini. Saat ini kita akan melihat bagian di mana kita akan diingatkan akan keberadaan kita sebagai orang Kristen yang bukan hanya sekedar percaya saja tetapi juga memiliki pengajaran, konsep persekutuan, menikmati komuni (perjamuan kudus) dan baptisan dan pengertian berdoa. Sebagian orang menganggap tidak perlu lagi ada visible church dengan pengorganisasian gereja yang kelihatan. Delapan tahun yang lalu Taiwan pernah digemparkan dengan satu fenomena orang – orang percaya tidak perlu lagi beribadah ke gereja, tetapi mereka beribadah di rumah masing – masing. Keliatannya menjadi ide yang baik, tetapi side effect yang menjadi masalahnya adalah apakah kita menginginkan hal itu terjadi? Kalau iya maka tidak perlu lagi ada visible church, hanya invisible church saja. Tetapi kenapa Tuhan menentukan invisible dan visible church? Di dalam Matius 18:15-17 dikatakan “Apabila saudaramu berbuat dosa tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau akan mendapatkannya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” Ini merupakan konsep gereja mula – mula yang Allah kehendaki dalam berkomunikasi di tengah komunitas. Saling menasehati, saling menegur di dalam Kisah Para Rasul ini, the invisible church became more visible. Walaupun pada awalnya gambaran visible dan invisible church ini memiliki persamaan tetapi kemudian hal itu dirusak oleh jemaat – jemaat palsu yang berkumpul dalam gereja. Kenapa gereja perlu arti pengajaran, peringatan, nasehat dan teguran? Seringkali problem terjadi di dalam gereja, kenapa bisa seperti itu? Karena ada orang – orang yang tidak percaya, yang keras hatinya, yang bidat dan sesat ada di tengah - tengah gereja. Delapan tahun yang lalu Taiwan juga menganut satu konsep bergereja di mana tidak perlu adanya visible church, setiap orang mengadakan ibadah di rumah mereka masing – masing seperti yang kita lihat di Cina saat ini. Hal ini disebabkan karena mereka meniru konsep dari Korea dan Singapura yang menyatakan bahwa jika sedang mengalami peperangan dan tidak memungkinkan bagi orang Kristen untuk beribadah keluar. Tetapi jika pada saat itu belum terjadi peperangan dan penganiayaan, ini merupakan hal yang perlu dipertanyakan . Gereja sudah tidak memiliki kepekaan dan orang Kristen sendiri tidak memiliki ketajaman dalam memikirkan hal ini, sehingga banyak gereja Taiwan yang mengadakan cell group. Sehingga ada beberapa gereja Taiwan yang tutup karena mereka tidak beribadah di gereja, mereka tidak mau ditegur, tidak mau dinasihati dan setiap orang menjadi liar tanpa pengawasan Hamba Tuhan atau saudara-saudari seiman lain. Bagi mereka apa yang telah mereka baca sudah mutlak.
Tiga aspek dari konsep gereja adalah: 1) The Founding of the church – bagaimana mendirikan gereja. Pertemuan gereja pertama kali adalah hanya orang – orang lokal di kota Yerusalem, orang yang rendah hati, para nelayan, petani dan orang dari golongan menengah ke bawah dan golongan – golongan yang cukup kaya di mana dicatat mereka menjual hartanya dan membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan. Gereja mula – mula hadir di dalam persekutuan doa di hari Pentakosta di Yerusalem. Roh Kudus turun dan memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Orang Kristen pada saat itu mengalami kedahsyatan turunnya Roh Kudus dan Kasih Kristus yang kemudian menyebabkan pertumbuhan yang pesat. Di ayat 42, mendirikan gereja harus kembali ke Alkitab, setiap orang yang sudah mendengarkan Firman Tuhan, merenungkan, menganalisa, menerima dan sekarang saatnya melakukan.
Dasar konsep gereja mula – mula : a) Teaching (教導) b) Fellowship(團契) c) Communion(聖餐) dan d) Prayer (禱告). Keempat konsep ini merupakan satu kesatuan yang harus dijalankan dan setelah melaksanakannya jangan lupa point kelima adalah pergi laksanakan apa yang sudah Tuhan perintahkan kepadamu yaitu mengabarkan Injil Tuhan.
Teaching. Di dalam konsep Perjanjian Baru sama sekali tidak bertentangan, Paulus juga menekankan bahwa pengajaran merupakan hal yang penting dalam pendirian gereja. Di dalam gereja Reformed sendiri pengajaran Firman Tuhan mungkin terkesan sangat doktrinal dan tidak mudah dimengerti, tetapi ini sangat baik karena dapat menuntun orang untuk mengerti kedalaman dan dasar Kekristenan yang kuat. Gereja Reformed dapat dirintis oleh Pdt. Nico Ong karena bagi beliau pengajaran akan Firman Tuhan itu harus kuat karena Firman itu sendiri hidup dan dapat menghidupkan kita yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, Tuhan juga pasti memberikan respon untuk mengerti pengajaranNya.
Fellowship. Persekutuan itu penting sekali karena ada objek dalam berhubungan. Orang percaya harus memiliki hubungan pribadi kepada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus dan keempat kepada orang – orang percaya lainnya. 團契是有別人成為我們的對象. Tanggungjawab bukan hanya kepada Allah Tritungal tetapi juga sesama.相交的應正. Ada tujuh bagian yang dapat kita lihat dalam persekutuan:
1) 批此相愛- saling mengasihi. Yohanes 13:34 : Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
2)互相擔當- saling membagi beban. Galatia 6:2; Bertolong - tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Kita harus saling menanggung beban dalam hal melakukan kebenaran bukan hal yang tidak benar. Misalnya ada saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran kita perlu turut membantu melalui pengumpulan dana/ sumbangan,walaupun itu tidak banyak, tetapi kita telah menjalankan konsep persekutuan.
3) 批此接納- saling menerima kekurangan. Roma15:7 : Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Belajar menerima kekurangan orang, Kristus saja menerima kita yang kotor adanya dan menerima kita yang berdosa serta menebus kita menjadi seperti kain putih.
4) 批此順服 - kerendahan hati. Efesus 5:21 : Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain didalam takut akan Kristus. Rendah hati di sini bukan berarti minder. Setiap orang memang memiliki keminderan, tahu malu tetapi keminderan yang berkelebihan itu dosa.
5)互相服事 - saling melayani. Galatia 5:13 : Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Bukan hanya menerima tapi melayani satu sama lain.
6) 批此教導 – saling mendidik dan mengajar. Kolose 3:16 : Hendaklah perkataan Kristus diam degan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Berani memberikan didikan, peneguran sekalipun kita tidak dianggap atau dibenci, dikucilkan oleh orang itu, asalkan hati kita tulus dan suci dengan berpegang pada kebenaran maka bagi yang mendengarkan Tuhan akan berikan tetapi yang tidak mendengarkan Tuhan juga akan binasakan. Maka kita harus memiliki kesiapan hati dalam mengajar, menegur orang lain dan memuji Tuhan.
7) 批此同心- kerukunan/kesatuan hati.
Persekutuan di dalam satu gereja seharusnya memiliki tujuh hal ini.
Communion. Di dalam perjamuan kudus juga ada lima aspek yang perlu kita pikirkan. Communion memiliki arti :
1) Koinonia - 共用生活 - kehidupan bersama. Gereja mula – mula menjual harta mereka dan membagikan kepada mereka yang membutuhkan.
2) Koinonos - 同伴合一 – melakukan bersama. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon: “Tebarkan jalamu.” Sehingga saat itu banyak ikan – ikan yang harus diangkat bersama – sama.
3) Koinoni – 分享 - saling membagikan apa yang ada pada diri kita.
4) Koinonikos – 犧牲自己- pengorbanan, belajar memberikan kepada orang – orang yang membutuhkan.
5) Koinonia - pertemuan dihadapkan dalam perjamuan terakhir di hadapan Tuhan bersama – sama dengan orang percaya lain. Gereja Reformed hanya menjalankan 2 sakramen yaitu Sakramen Baptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus.
Prayer - 禱告. Doa bukan hanya sekedar nafas orang Kristen. Konsep doa yang benar adalah sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita harus memiliki komunikasi dengan Sang Pencipta yaitu melalui doa. Hanya manusia satu – satunya makhluk yang dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan dapat memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Banyak gereja yang sudah tidak bersandar dengan kuasa Roh Kudus dan terus melakukan banyak entertain dan tipuan agar dapat membujuk lebih banyak orang. Jemaat di Yerusalem memulai persekutuan mereka dengan kuasa Roh Kudus, mereka dipenuhi Roh Kudus dan melayani di dalam nama Kristus. Duabelas Rasul memimpin jemaat yang mula-mula dan terus menerus sampai Injil diberitakan dis eluruh dunia. Para tua – tua, diaken dilatih dan dipersiapkan untuk memimpin dan mengajar para jemaat yang lain. Mengapa harus dimulai dari 12 Rasul? Karena pada saat itu mereka adalah orang – orang yang baru menerima Kristus yang mengenal Kebenaran. Sehingga di dalam waktu yang cukup panjang para Rasul melihat di antara jemaat yang mengikut Kristus ini ada yang bertumbuh dan dewasa serta memiliki jiwa kepemimpinan rohani. Dan dari mereka dipilih untuk menjadi pemberita Injil. Hari ini pemberita Injil itu seperti Penginjil dan Pengajar. Rasul Paulus, Silas dan Barnabas merencanakan independent church - mereka melakukan pengabaran Injil dengan terus mengutamakan otoritas Kristus dan bersatu di dalam Roh tanpa takut akan kuasa pemerintah. Independent church bukan berarti interdenominasi, 獨立教會不等於超種派教會。Baik orang Yahudi,/non-Yahudi, orang kaya/miskin yang terdidik atau tidak memiliki pendidikan yang layak, mereka semua itu harus dibangun di dalam jemaat independent church. Kekristenan dipersatukan dari berbagai lapisan masyarakat, Roh Kudus memimpin struktur organisasi mereka. Gereja zaman sekarang dengan transaksi dan rencana yang kompleks dengan kesan bisnis, organisasi, jabatan, kedudukan, pengurusan atau program – program. Apakah itu yang menyenangkan hati Tuhan? Gereja terkesan seperti perusahaan daripada komunitas beriman. Dengan memberikan pertunjukan bagi jemaat yang pasif, yang tidak menghasilkan apa – apa. Seluruh perlengkapan yang ada semua dibawa ke gereja hanya untuk menghibur mereka, tetapi bukan untuk mendidik mereka menjadi pengajar yang solid. Di dalam konsep pelayanan Pdt.Nico Ong, kebenaran harus dinyatakan walaupun kedengarannya sakit. Adanya kedaulatan Tuhan memilih beberapa orang untuk bertumbuh dan berbuah dalam pengajaran Firman Tuhan. Kiranya Tuhan memberikan kita kekuatan, penghiburan dan kesadaran dalam pertumbuhan rohani yang kuat dan selalu mengutamakan Tuhan. (SW)
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah.)
